HPP: BIAYA YANG TERABAIKAN

Produk UMKM mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional karena mempunyai keunggulan fleksibilitas yang tinggi dalam penetrasi pasar yang oleh usaha besar dianggap tidak efisien.
Namun ada kelemahan kerap terjadi yaitu keteledoran dalam hal menghitung Harga Pokok Produksi (HPP). Dimana sering terjadi kekurang akuratan dalam menghitung Harga Pokok Produksi yaitu pada komponen BIAYA OVERHEAD menjadi terabaikan.
Di sinilah titik rawan yang bisa menyebabkan usaha UMKM gulung tikar.
Sebelum dilanjut baiknya Anda baca tulisan saya yang berjudul “Bahaya Laba Yang Tidak Direncanakan”.
Komponen biaya pokok produksi ada 3, yaitu:
1. Biaya bahan baku
2. Biaya tenaga kerja langsung
3. Biaya overhead
Biaya overhead atau biaya produksi tidak langsung adalah biaya diluar bahan dan tenaga kerja langsung. Semua biaya selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang berhubungan dengan produksi adalah biaya overhead pabrik.

Istilah ini sesuai dengan sifat biaya overhead yang kadang sulit untuk ditelusuri secara langsung kepada produk atau aktivitas-aktivitas pekerjaan. Sehingga membutuhkan suatu proses alokasi yang adil untuk tujuan perhitungan harga pokok produksi.
Yang termasuk biaya overhead pabrik adalah:
1. Biaya bahan penolong.
Yaitu biaya bahan yang digunakan untuk membantu penyelesaian suatu produk yang jumlahnya relative kecil. Misalnya lem dalam perusahaan percetakan, pernis dan paku dalam perusahaan mebel.
2. Biaya tenaga kerja tak langsung.
Yaitu upah yang tidak berhubungan dengan proses pembuatan produk secara langsung. Seperti gaji manager produksi, gaji pegawai administrasi pabrik.
3. Biaya penyusutan aktiva tetap pabrik.
Yaitu biaya penyusutan atas aktiva tetap yang dipergunakan untuk penyelesaian produk, misalnya biaya penyusutan gedung pabrik, mesin-mesin, kendaraan pabrik.
4. Biaya sewa tempat produksi/pabrik, biaya asuransi pabrik
5. Dan biaya overhead lainnya.

Sebagai contoh misal pembebanan biaya sewa, jika Anda menyewa gedung untuk produksi makanan tahu. Maka harus pastikan bahwa Harga Pokok Produksi setiap butir tahu yang Anda produksi sudah ditambahkan biaya sewa gedung pabrik per unitnya.
Jika biaya overhead ini tidak Anda tambahkan jelas akan mempengaruhi harga pokok penjualan karena HPPnya lebih renda. Akibatnya keuntungan Anda akan berkurang bahkan bisa terjadi kerugian.
Contoh: menghitung biaya sewa per unit produksi.
Jika diketahui:
Sewa pabrik Rp. 15juta per tahun. Dan Kapasitas produksi Tahu per hari 1000 butir.
Maka
Biaya sewa per bulan Rp.1.250.000, Biaya sewa per hari Rp. 42.000,-
Jadi beban sewa per unit Tahu adalah Rp. 42
Ilustri dari perhitungan di atas bahwa setiap biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi baik secara langsung maupun tidak langsung harus ditambahkan pada harga pokok produksi.
Sudah paham bukan?
Jika ingin detail bagaimana membuat perhitungan HPP silakan konultasikan dengan kami, free of charge.
Semoga manfaat.
***
Ikuti dan simak tulisan saya di:
1. Facebook: Alim Mahdi
2. Fanpages: Contoh SOP Perusahaan & Job Descriptions
3. Intagram/Telegram: @alimmahdi
4. Twitter: @alimmahdi
5. Google + : Contoh SOP Perusahaan
6. Youtube: Contoh SOP Perusahaan
7. Website: www.contohsop.com
By 5Sen Media Konsultama
Akh Alim Mahdi
Konsultan SOP
www.contohsop.com

BENARKAH SOP MENGHAMBAT KEMAJUAN USAHA?

Ada yang mengatakan bahwa Sistem atau SOP – Standard Operating Procedure itu menghambat kemajuan usaha.
Jawabannya adalah tidak benar, justru SOP dibuat untuk menghilangkan hambatan – hambatan yang ada sehingga perusahaan dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
Ada beberapa hambatan yang sering terjadi pada perusahaan yang tidak mempunyai SOP dan belum Autopilot antara lain:
1.Karyawan tidak peduli dengan bisnis kita
2. Sistem berantakan dan karyawan tergantung hanya tergantung pemilik.
3. Banyak karyawan tapi tidak produktif.
4. Punya manager tapi tidak tahu fungsi manager.
5. Karyawan sering keluar masuk.
6. Kualitas produk yang dihasilkan berubah – rubah.
7. Layanan konsumen tidak sama dan tidak standar.
Jika demikian, perusahaan harus segera membuat Sistem atau SOP. Dan yang perlu diingat bahwa SOP tidak boleh disusun sembarangan atau asal copy paste. SOP harus dibuat sedini mungkin baik untuk usaha yang masih kecil atau susah besar, tidak menunggu besarnya omzet.
Paling tidak ada 5 Syarat dalam Menyusun Standard Operating Procedure (SOP) yang baik, yaitu:
1. SOP harus simple dan sederhana.
2. SOP dibuat untuk kepentingan semua pihak.
3. SOP harus memuaskan customer.
4. SOP harus dapat menaikkan omzet.
5. SOP harus bisa diperbaiki dan dikembangkan.
Demikian, semoga tulisan ini bisa memberikan pandangan yang benar tentang pentingnya SOP.
Bagaimana menurut Anda?
***
Ikuti dan simak tulisan saya di:
1. Facebook: Alim Mahdi
2. Fanpages: Contoh SOP Perusahaan & Job Descriptions
3. Intagram/Telegram: @alimmahdi
4. Twitter: @alimmahdi
5. Google + : Contoh SOP Perusahaan
6. Youtube: Contoh SOP Perusahaan
7. Website: www.contohsop.com
By 5Sen Media Konsultama
Akh Alim Mahdi
Konsultan SOP
www.contohsop.com
Ikuti video saya di youtube.
https://youtu.be/3o3vHeGQSls

USAHA KONVENSIONAL VS USAHA BERSISTEM

Bagaimana Bisnis Autopilot dibangun?
Ibarat dua pedagang  air. Keduanya mengambil dari sumber air yang sama yaitu jauh di bukit.
Katakan namanya si A dan si B. Si A mengambil air dari bukit dengan menggunakan ember yang dipikul, jauh dari bukit turun ke desa tempat Depo air yang dia punya. Setiap air yang dia bawah turun selalu laku dan tidak tersisa. Maka sebentar saja dia mengumpulkan banyak uang.
Sedangkan si B mempunyai cara yang berbeda dengan si B, dia tidak langsung ambil air akan tetapi membeli pipa dan alat untuk membuat saluran pipa yang menghubungkan sumber air ke penampungan air di depo yang dia bangun. Berbeda dengan si A yang dari awal kerja sudah bisa menghasilkan uang, sedangkan si B tidak omzet sama sekali karena tidak ada air yang dia dapatkan. Si B hanya focus bikin saluran air.
Enam bulan kemudian, apa yang terjadi?
Si A tetap menjalankan rutinitas dari pagi hari sampai sore hari memikul air dari bukit turun ke desa untuk dijual. 
Sedangkan si B saluran airnya sudah selesai 3 bulan yang lalu dan air siap ditampung dan dijual ke penduduk desa. Sejak itu si B dengan mudah mendapatkan air, cukup buka kran tidak perlu pikul ember naik turun bukit. Pelanggan lebih suka dengan air si B karena lebih bersih dan terjamin pasokan airnya. Maka pundi-pundi uang mulai memenuhi tabungan si B.
Apa yang terjadi dengan si A, badannya semakin lemah tenaganya tidak sekuat dulu. Air yang dia dapatkan tidak sebanyak pada awal usaha dan pelanggan mulai berkurang pindah ke B. Mulai sakit-sakitan dan tabungan dari jerih payah usahanya mulai terkuras habis.
Nah… Si A adalah gambaran pengusaha yang menjalankan usaha tanpa Sistem. Sedangkan B adalah pengusaha yang menjalankan dengan Sistem / Usaha Autopilot.
Bagaimana dengan Anda? Mau pilih nasib seperti A atau B?
Maka Autopilotkan usaha Anda!
*
Jangan lupa like dan join:
FP: Contoh SOP Perusahaan & Job Descriptions
Website: www.contohsop.com
Twitter: @contohsop
*
#bisnisAutopilot
#sadarSOP
Konsultan SOP
5Sen Media Konsultama
Alim Mahdi

MONEY = TIME = MONEY?

Anda masuk Katagori  yang mana? Sukses jika Anda masuk no 4.
Benarkah Pekerja itu menukar waktu yang dimilikinya dengan Uang?
Mari kita lihat ilustrasi pada gambar grafik, jangan lihat photo orangnya…hehe
Ada 4 kategori kesuksesan orang berdasarkan Waktu dan Uang yang dimilikinya:
1. Kategori A, mereka yang tidak punya Waktu, dan tidak punya Uang. Bisa jadi mereka pengangguran tetapi banyak acara (pengacara).
2. Kategori B, punya banyak Waktu akan tetapi tidak punya Uang.
Dia adalah jobless, pengangguran, karena tidak bekerja maka dia tdk punya uang.
3. Kategori C, punya banyak Uang tapi tidak punya Waktu.
Mereka adalah karyawan dan profesional. Semakin banyak Waktu yg dia korbankan maka semakin banyak Uang yang dia dapat, tapi sayang tidak punya banyak waktu.
Waktunya ditukarkan dengan cara bekerja.
Waktunya dibayar dengan Gaji harian, mingguan, bulanan atau tiap kehadiran.
Termasuk kategori ini adalah pebisnis yang semuanya masih dikerjakan sendiri (self employed).
4. Kategori D, merekalah para Entrepreneur, business owner, mereka punya banyak Uang dan sekaligus punya banyak Waktu.
Merekalah yg punya Sistem pada bisnisnya.
Dengan SOP dia Autopilotkan bisnisnya. Orangnya jalan-jalan tetapi usahanya tetap jalan.
Keren kan?
***
NAH…. Anda masuk Kategori yang mana?
Ayok belajar bikin SOP di sini: Contoh SOP Perusahaan & Job Descriptions.
***
#bisnisAutopilot
#pengusahaSadarSOP
www.contohsop.com
5Sen Media Konsultama

TIME IS MONEY TIDAK UNTUK PEBISNIS

“Time is Money” tidak berlaku bagi Business Owner/Entrepreneur. Istilah ini hanya berlaku bagi para “Pekerja”. Betulkah demikian?
Karena “Pekerja” menukarkan Waktunya untuk Uang. Sedangkan pengusaha tidak demikian, maka istilah yg cocok bagi Entrepreneur adalah HAVE MONEY & HAVE TIME.
Jika pekerja habis waktunya untuk Uang, maka Entrepreneur mendapatkan Uang tanpa menghabiskan Waktunya (work less, earn more).
Bukanlah Pengusaha, jika dia masih tidak mempunyai waktu untuk diri, keluarga, lingkungan sosialnya, ibadah dan agamanya.
Maka bikinlah SOP dan
AUTOPILOTKAN BISNIS ANDA…

Like dan join Contoh SOP Perusahaan & Job Descriptions

#bisnisAutopilot
#sadarSOP
#StandardOperatingProcedure
www.contohsop.com
Konsultan SOP
5Sen Media Konsultama
Alim Mahdi

SOP BIKIN OMZET GEROBAK KULINER MELANGIT (2)

Bagaimana menghitung HPP?
HPP adalah Harga Pokok Penjualan atas produk baik barang dan jasa?
Kita lanjutkan contoh ilustrasi Dagang “Nasi Pecel Peyek” pada tulisan #1.

Misalnya untuk menjalankan usaha ini membutuhkan:

A. BIAYA PRODUKSI:
Asumsi biaya produksi terdiri dari biaya bahan, biaya masak, dll sebesar separuh (50%) dari harga jual. Yaitu 50% x Rp.5.000, maka Biaya Produksi adalah Rp. 2.500 per porsi/cup.
Jika per hari terjual 50 porsi maka :
Biaya Produksi per hari, 2.500 x 50 porsi = Rp. 125.000
Biaya Produksi per bulan, 125.000 x 25 hari = Rp. 3.125.000

B. BIAYA OPERASIONAL USAHA:
1. Sewa tempat 1 booth/gerobak Rp 300.000/bulan.
2. Gaji penjaga booth (4 jam) Rp 700.000/hari
3. Beban pemakaian Booth/gerobak Rp. 100.000/bulan
4. Biaya gas elpigi Rp. 60.000/bulan.
5. Biaya Promosi Rp. 100.000/bulan
Total biaya Operasional Usaha Rp. 1.260.000 per bulan.

C. HPP
Maka Harga Pokok Penjualan adalah Biaya Produksi + Biaya Operasional Usaha. Yaitu Rp. 3.125.000 + Rp. 1.260.000 = Rp. 4.385.000
D. PROFIT
Maka keuntungan dalam sebulan adalah :
OMZET Rp. 6.250.000 dikurangi HPP Rp. 4.385.000

Maka ketemu LABA Rp. 1.865.000,-

Dan angka ini baru 1 booth, jika Anda mempunyai 10 booth, maka Net Profit Anda berlipat menjadi Rp. 18.650.000/per bulan.
Nah, Kini Anda tidak hanya tahu tentang OMZET tapi Anda juga sudah tahu bagaimana menghitung Harga Pokok Penjualan dan Profit Usaha Anda.

PR selanjutnya bagaimana Anda membuat Sistem dan SOP nya agar usaha tersebut berjalan secara Autopilot sesuai keinginan Anda?

Jika ada yang ingin konsultasi secara langsung bisa hubungi kontak di bawah.

MAKA…
AUTOPILOTKAN Bisnis Anda!!!

5Sen Media Konsultama
Akh Alim Mahdi
Konsultan SOP
www.contohsop.com
Hp/WA 081239662099
___________________________
SOP BIKIN OMZET GEROBAK KULINER MELANGIT (1) >> https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1635380646766912&id=100008849776738

SOP BIKIN OMZET GEROBAK KULINER ANDA MELANGIT (1)

Jika Anda sekarang punya usaha kaki lima sudah berjalan lbh dari 6 bulan. Semisal dagang kuliner antara lain: bubur, bakso, mie ayam, nasi kuning, nasi pecel dan lainnya yg berbasis gerobak, booth atau rombong.
Maka sangat mungkin untuk di scale up, naik kelaskan bisnis Anda tersebut dengan merperbaiki kualitas produk, packaging, dan media tempat jualnya. Dan jangan lupa buatkan Sistem – SOP – Standard Operating Procedurenya.
Mari kita berhitung contoh ilustrasi Omzet dagang “Nasi Pecel Peyek” setelah di scale up, misalnya:
1. Harga jual 1 porsi Rp 5.000/cup
2. Buka pagi jam 06.00 sd 10.00 dengan rata2 penjualan 50 cup per hari.
3. Jumlah hari kerja =25 hari/ sebulan.
Maka Omzet Anda :
Rp 250.000 per hari dan Rp 6.250.000 per bulan.
Jika Anda mempunyai 10 booth/gerobak , maka onzet Anda akan naik menjadi Rp 62.500.000 per bulan.
Wah dasyat bukan?
Dan yang LEBIH PENTING adalah bagaimana cara menghitung BEP, HPP dan profitnya? Dan bagaimana membuat SISTEMnya?
Karena tulisannya terlalu panjang, kita sambung ya…
Ikuti tulisan2 saya di FB Contoh SOP Perusahaan & Job Descriptions.
5Sen Media Konsultama
Akh Alim Mahdi
Konsultan SOP
www.contohsop.com
____________________
Bersambung ke bagian 2 :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1635438866761090&id=100008849776738

BAHAYA LABA YANG TIDAK DIRENCANAKAN

September 2001 saya pernah ditugaskan melakukan Audit Internal terhadap Laporan Keuangan khususnya Biaya Produksi sebuah Garmen cukup besar di daerah Kerobokan, Kuta Utara, Bali.
Beberapa produk t’shirt merk terkenal di Bali dikeluarkan dari pabrik garment ini.
Yang menarik dalam bahasan ini adalah kenyataan yang terjadi setelah hasil audit saya laporkan kepada owner garmen ini.
Dimana hasilnya menunjukkan bahwa harga jual yang dipakai oleh perusahaan selama ini lebih rendah dari Harga Pokok Produksi (HPP), alias perusahaan RUGI.
Karuan ownernya terkejut dan panik, bagian keuangan guncang, beberapa orang dipecat, karyawan ribut. Naasnya lagi beberapa hari setelahnya terjadi peristiwa konspirasi WTC 9/11. Cancelation orderan dari AS mulai terjadi.
*
Saudara…
Menghitung Biaya Pokok Produksi atau Biaya Pokok Penjualan (HPP) adalah wajib bagi pengusaha, dan melakukannya adalah bagian dari merencanakan laba.
Harga jual tidak bisa dipercayakan pada harga pasar sebelum tahu betul berapa HPP sesungguhnya.
Kenyataannya masih banyak pengusaha yang belum tahu komponen biaya apa saja yang harus diperhitungkan dalam menentukan HPP.
Ketahuilah banyak pedagang “merasa” untung padahal sesungguhnya dia itu rugi.
Bagaimana dengan usaha Anda?
Tetap ikuti tulisan2 saya tentang:
1. Sudah benarkah harga jual produk Anda?
2. Bagaimana cara mudah menghitung HPP?
3. Apa bedanya Harga Pokok Produksi dengan Harga Pokok Penjualan?
4. Tahu OMZET gak paham ASET.
5. Pengusaha Wajib Bisa Baca Laporan Keuangan.
*
5Sen Media Konsultama
Akh Alim Mahdi
Konsultan SOP
www.contohsop.com
Hp/WA 081239662099

KEGAGALAN PEBISNIS PEMULA

Salah satu kesalahan pebisnis pemula adalah terlalu sibuk di dapur atau proses produksi, sehingga melupakan pasar.
Maka konsekwensi yg terjadi adalah bisnis gagal dan gulung tikar atau usaha hanya seumur jagung.
Sering kali pebisnis pemula selalu berfikir bahwa mulai usaha dimulai dg memproduksi sesuatu barang atau jasa sendiri.
Ini kadang tidak realistis.
Tips untuk pebisnis pemula adalah Kuasai pasar bukan kuasai produk.
Jangan enggan mengambil produk lain untuk kita jual dan pasarkan dibanding buat produk sendiri di awal usaha.
Jika cost produksi yg puluhan atau bahkan ratusan juta kita gunakan untuk biaya pemasaran sesuatu produk yg sudah ada. Sangat memungkinkan untuk berkembang dan sukses.
Setelah pasar terbentuk dan jaringan semakin kuat bolehlah dipikirkan untuk buat produk sendiri.
Ketahuilah, banyak toko waralaba yang menjual barang orang lain, mereka tdk produksi barang sendiri tetapi sukses dan menguasai pasar retail nasional.
***
5Sen Media Konsultama
Akh Alim Mahdi
Konsultan SOP
www.contohsop.com
Hp/WA 081239662099

5 Kunci Rahasia Sukses Mengelola Bisnis Kuliner

Tidak sedikit pebisnis kuliner yang gulung tikar karena manajemen tidak punya konsep dalam pengengelolaan usaha warung makan, resto atau cafe yang baik.

Semangat dan optimisme berbisnis sering kali hanya pada awal mulai bisnis, akan tetapi lambat laun seiring dengan kendala yang dihadapi, gairah atau passion bisnis seseorang tidak sekuat seperti pada permulaanya. Ini terjadi karena dari awal pengelolaan bisnis ini tidak disiapkan sistem yang baik berupa Standart Operating Prosedure (SOP) untuk bisnis resto/kuliner ini.

Contoh SOP memberikan 7 Rahasia Sukses Mengelola Bisnis Kuliner, yaitu antara lain:
1. Niat Kuat, niat yang kuat untuk meraih banyak kebaikan dengan menjalankan usaha kuliner ini.
2. Komitmen, komitmen adalah syarat utama bagi setiap orang yang hendak memulai bisnis, termasuk bisnis di dunia kuliner.
3. Siap Mental, sama dengan bisnis yang lai, bisnis kuliner atau bisnis makanan dan minuman ini potensi untung atau rugi
4. Kejujuran, kejujuran adalah membangun kepercayaan. Karena itu Jujur dalam berbisnis wajib baik kepada konsumen dan pada diri sendiri.
5. Managament Profesional, sering terjadi kegagalan bisnis kuliner ini karena pengelolaan yang tidak prorfesional. Karena itu buat sistem pengelolaan bisnis kuliner ini dengan Standart Operating Prosedure (SOP). Dengan SOP Resto / Rumah Makan Modern ini bisnis akan sukses.

Demikian 5 Kunci Rahasia Sukses Mengelola Bisnis Kuliner (rumah makan, kafe, restoran, warung) ini. Jika kurang jelas bisa menghubungi kami.