SOP Memastikan Kualitas Layanan dan Produk

SOP Mampu Memastikan Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk, dan Kualitas Pengendalian yang terbaik.

Pengetahuan dan kemampuan manajemen untuk membuat SOP merupakan modal besar untuk memperbesar dan mempertahankan bisnis, oleh karena sop sifatnya selalu update akan selalu berubah sesuai perubahan lingkungan, disinilah pentingnya para karyawan memahami sop terutama bidangnya.

Waralaba atau franchise merupakan usaha yang sistemnya sudah teruji, sistem yang dimaksud disini adalah sistem oprationalnya, mulai prosedur penentuan lokasi, perekrutan karyawan, tata letak ruang, layanan konsumen, proses produksi, sampai prosedur pengunduran diri/ pemecatan karyawan. Sistem yang sudah terbukti dan teruji ini tentu nilainya mahal karena proses pembuatannya perlu waktu berbulan-bulan bahkan bertahun tahun, telah menempuh berbagai percobaan yang berulang-ulang, artinya tenaga dan biaya yang dikeluarkan besar tentunya. Sistem yang teruji ketika diduplikasi menjadi sebuah cabang baru, tentu akan menghasilkan kualitas pelayanan dan produk yang sama persis.

Inilah keajaiban sistem waralaba/franchise dalam perkembangannya, dimana sistem yang sudah teruji dan terbukti mampu menjadi mesin uang ujung-ujungnya pasive ingkam. Para investor sangat tertarik karena mereka akan memuali bisnis tidak perlu dari awal, konsep dan aturannya sudah dibakukan, resiko yang akan mereka hadapipun sangat minim karena mereka menjalankan sistem yang sudah teruji, hanya saja jika ingin bisnisnya masuk ke level setara franchise dia harus menjalanan Standar Oprational Prosedur (SOP) yang telah diwariskan, begitu mudah dan simple.

Yang perlu di ingat adalah, untuk mendapatkan keunggulan sistem franchise maka satu-satunya cara adalah melaksanakan sepenuhnya 100% konsep SOP.mengapa demikian? karena SOP mampu memastikan kualitas pelayanan, kualitas produk, dan kualitas pengendalian yang terbaik.

SOP Harus Disosialisasikan Kepada Seluruh SDM

Sosialisasi SOP amat penting dilakukan agar para pelakunya mengerti dan faham, karena tanpa itu akan banyak sekali terjadi peluang kesalahan ketika melakukan intruksi pekerjaan yang ada dalam SOP tersebut oleh karena perbedaan persepsi dan pemahaman baik antara sesama pelaksana maupun antara atasan dan bawahan.

Dalam proses sosialisasi SOP diperlukan keterbukaan diantara penyampai dan peserta, karena tentu setiap peserta akan memiliki daya tangkap dan cara pandang yang berbeda, di forum itulah tempat yang paling tepat untuk memastikan SOP yang dibuat benar- benar clear bisa dengan mudah di mengerti oleh pengguna sehingga tidak ada lagi permasalahan di belakang.

Seringkali para perusahaan mengabaikan tahap yang satu ini, ketika SOP selesai dibuat langsung di-simulasikan tanpa di-sosialisasikan terlebih dahulu, sehingga menutup pintu pertanyaan dan timbal balik dari pelaku. Padahal yang akan melaksanakan SOP itu semua adalah pengguna itu sendiri dan akan berdampak pada kemajuan dan perkembangan bisnis perusahaan.

Baiknya, dalam melakukan sosialisasi SOP dimulai dari level manajemen, yaitu level direktur dan manajer, jika di level ini sudah clear selanjutnya bisa dilanjutkan sosialisasi ke level midle manajemen, dan ke level pelaksana/staff ke semua tingkatan.